Friday, 13 March 2020

Matarea Umumkan Ujian Try Out


Kairo, 5/6/2013. Para mahasiswa Aceh yang tinggal di tempat Mathariah, Kairo,  mengumumkan hasil ujian try out yang dimulai semenjak tanggal 28 April – 5 Mei. Ujian ini diadakan untuk membantu mahasiswa tahun pertama semoga mengetahui dan siap mengikuti ujian di Universitas Al-Azhar.

Dalam sambutannya, Tgk. Edi Saputra, MA., selaku koordinator Mahasiswa Aceh di distrik Mathariah mengatakan: “Mahasiswa gres harus kita uji dulu sebelum mereka menghadapi ujian yang akan diadakan oleh Al-Azhar, apapun hasil dalam ujian ini, mereka harus terus mencar ilmu semoga betu-betul mendapat hasil yang maksimal nanti”.

Dalam program tersebut, turut berhadir ketua Tgk. Muammar Zainun, bersama beberapa pengurusnya, Tgk. Awwaluz Zikri, MA, mahasiswa Aceh yang tinggal di tempat Metro Line.

“Kita harus punya harapan untuk najah (lulus, red.), niat alasannya Allah Swt dan selalu meminta doa dari orang renta semoga dapat terus semangat dan mendapat nilai yang maksimal” kata Tgk. Zikri dalam taushiah singkatnya di meuligoe Mathariah.

Tgk. Mujaddid selaku Rais Imtihan Metro 2012-2013 menjelaskan bahwa ada sembilan mahasiswa yang mengikuti ujian try out ini. Fadhlur Ridha memperoleh nilai yang paling baik dengan nilai jayyid (baik) untuk Fakultas Ushuluddin dan Asrul Fuadi terbaik (Jayyid) untuk Fakultas Syariah Islamiyah. (MS)

Saturday, 7 March 2020

Syaikh Al-Azhar Korban Peristiwa Rab'ah Al-Adawiyah



Dr. Abdurrahman Uwais
bersama
Fitra Ramadhani
(mahasiswa Aceh di Mesir) 
Kairo, 14/8/2013. Innalillahi wainna ilayhi rajiun. Dr. Abdurrahman Uwais sosok yang erat dengan Mahasiswa Aceh di Mesir telah berpulang ke rahmatullah. Beliau dipastikan meninggal dalam peristiwa bencana Rab’ah Adawiyah, Rabu pagi. Menurut warta yang dituliskan dalam facebook salah seorang warga El-Marg Gadidah, yang kebetulan tinggal di rumah kontrakan alamarhum, Muhibussabri Hamid, mayit dia telah dipulangkan ke rumah sedih pukul 23.00 waktu Kairo. Namun tidak di jelaskan secara niscaya penyebab dan waktu meninggalnya beliau.

Dr. Abdurrahman Uwais
bersama
Hilal Nasruddin, Lc.
(alumni Al-Azhar dari Aceh) 
Dr. Abdurrahman merupakan dosen di Universitas Al-Azhar Fak. Usuluddin Jur. Hadis. Beliau dikenal sangat erat dengan mahasiswa, sampai beberapa Syaqqah(rumah) dia sewakan kepada mahasiswa dengan harga yang sangat murah. Salah satunya untuk mahasiswa Aceh di Mesir. Beliau juga dikenal sebagai pemuka harakah Islam Ikwanul Muslimin (IM) di kawasan El-Marg dan Provinsi Qalyubiyyah.

Selamat jalan guru kami, ‘Allahummaghfirlahu warhamhu wa afihi wafu’anhu’! (MH)

In Memoriam: Saya Dan Duktur Abdurrahman (1)

Catatan untuk warga New elmarg

Kenangan Ketika Walimahtul Ursy, Putra duktur di Medan Tahrir  

“Jenazah gopnyan jino ka trok u rumoh…darah mantong meu jein-jein kolam rinyeun”. (Fb : IjubKhan Tripa)

Foto sehabis khutbah
Ied tahun lalu 
Menit pertama sehabis diberitahukan bahwa duktur (panggilan kami terhadap ayahanda Dr. Abdurrahman Uwais) telah berpulang ke rahmatullah, yang kurasakan yaitu laju bumi ini sedikit melambat. Dan rongga dada menyerupai disesaki raungan dan auman kesedihan.

Bola mata menyerupai akan basah, namun tetap harus kutahan. Teman-teman disampingku tau kalau gosip ini sangat membuatku terpukul. Mereka tidak banyak bertanya, hanya mendengarkan kalimat perkalimat saja. Setelah itu kami kembali terdiam.

Sesaat saya tersenyum, beristhigfar dalam hati ,mencoba biar rasa sesak bertahap hilang. “beliau pantas mendapatkannya, ia pantas menerima pahala syahid, menuju pangkuan tuhan rabbi”.

Ayah rohani

Beliau itu, ayah rohani kami. Ayah yang selalu mengisi hati dengan mutiara suci, mengasah pengecap kami dengan zikir dan menutup ekspresi kami dikala dunia dan seisinya saling menghujat serta mengkafirkan. Jikalau ada yang bertanya kepadaku kenapa penghuni rumah kami sangat berhati-hati menulis tetang konflik mesir, sepi hujatan-hujatan keji dan pengkafiran yaitu alasannya ia selalu menasehati kami untuk menjaga pengecap dari keburukan dunia akhirat.

Beliau itu hebat ibadah, hafiz dan alhi tafsir. Bacaan disetiap shalat fardhu satu rubu dan setiap tarawih atau witir satu juz dengan bacaan ia pun sangat lambat demi menjaga tajwid dan harakah biar tidak salah. Sangat sedikit jamaah di mesjid kami, hanya beberapa orang saja yang menjadi jamaah wajib.
Almarhum sangat zuhud, sederhana dan bersahaja. Aku tidak pernah meilihat ia berpergian dengan kendaraan beroda empat pribadi. Sepertinya ia tidak punya mobil. Yang terparkir didepan rumah hanya kendaraan beroda empat tetangga yang menyewa flat beliau. Berpergian untuk mengajar di Universitas Al-Azhar saja ia tempuh dengan Metro (kereta api listrik). Tidak ada bedanya dengan kami yang mahasiswa.

Aku hidup bersamanya dalam tiga huru-hara, mulai dari masa Mubarak, Dr. Mursi dan As-Sisi. Namun yang kurasa yaitu perilaku dan kepribadian “mengajak kepada kebaikan mencegah dari perbuatan keji dan mungkar” ia tetap tidak selangkahpun goyah. Beliau itu sudah berkali-kali keluar masuk penjara, namun Allah Swt. Selalu menyelamatkannya sampai maut menjemput menemui rabb-Nya kemarin di medan rab’ah.

Beliau tidak pernah memberiku izin untuk mencium tangannya ketika kami bersalaman disetiap selesai shalat lima waktu, sampai subuh kedua hari raya kemarin, Ia memberikanku hadiah Istimewa yaitu mencium tangannya sambil dengan wajah tersenyum melihatku. Sebelumnya subuh 29 Ramadhan ia mengajak kami (via kawan) untuk Shalat Ied di Medan Rab’ah. Namun mitra kami (fitra) menolaknya dengan halus alasannya kondisi memang betul-betul tidak memungkinkan.

Terus membekas

Duktur, kenangan ini tidak sanggup kuhapus, air mata tidak sanggup kubendung. Sungguh saya juga tidak sanggup menjadi langsung sepertimu. Namun saya akan terus menjaga pesan, kesan dan pelajaran berhargamu sebagai bekalan kehidupan dunia dan akhirat. Aku bukan seorang hafiz sepertinmu, penyabar yang ketika ditangkap dan diborgol hanya tersenyum bagus sambil mengucabkan ‘hasbunallah wa ni’mal wakil’. Tapi diketika berkhutbah suaramu membesar meneriaki kezaliman, layaknya singa yang siap menerkam mangsanya.

Sungguh air mataku berderai ketika membaca komentar “Jenazah gopnyan jino ka trok u rumoh…darah mantong meu jein-jein kolam rinyeun”. Tak kuasa saya menahan tangis. Aku yakin, Allah melahirkan Abdurrahman-abdurrahman yang lain untuk menyambung risalahmu.

Aku tidak bersedih atas kepulanganmu kehadhirat tuhan rabbi alasannya itu janji-Nya, namun akan sangat menyakitkan bagiku kalau tidak sanggup mencium keningmu untuk terakhir kali.

**Hanya kepada Allah saja impian ini kusandarkan.

  •  Qatamea, 15 Agustus 2013.
Oleh: Muhibbussabri Hamid (mahasiswa Aceh yang tinggal di rumah sewaan milik almarhum)

Sunday, 1 March 2020

Dar-Alifta Mesir Buka Registrasi Gres

Kairo, 19/9/2013. Dar-Alifta Al-Misrriyah (Lembaga Fatwa Mesir)  membuka registrasi bagi mahasiswa gila yang berkeinginan untuk mengikuti pendidikan pada forum tersebut. Namun kesempatan ini hanya terbatas bagi tamatan Syariah Islamiyah dan Dirasat Islamiyah.

Menurut gosip yang dikeluarkan oleh Markaz I'lam lidar Al-ifta' Misrriyah via facebook, pendidikan di forum ini berlangsung selama tiga tahun. 

Adapun persyaratan yang harus dipenuhi yakni :
1. Tamatan Kuliah Syariah Islamiah atau Dirasat Islamiah dengan nilai minimal Jayyid
2. Kebangsaan non-Mesir (wafidin)
3. Lulus test seleksi penerimaan.

Selain menunjukkan diktat gratis selama pendidikan, forum ini juga menanggung kelancaran santunan visa (izin tinggal) bagi pelajarnya. 

Para mahasiswa yang telah lulus seleksi, akan diajarkan eksklusif oleh ulama besar Mesir dan sesudah final pendidikan mereka  akan mendapat ijazah resmi Dar-Alifta Al-Misrriyah.

Bagi yang berminat dan mencukupi syarat  dapat mendaftarkan diri dikantor Dar-Alifta' Jalan Shalah Salim, bersebelahan dengan mansyikhah Al-Azhar. Pendaftaran dibuka dari tangal 1 hingga 30 September 2013. (MH)


Tuesday, 18 February 2020

Hafiz Cilik Asal Aceh


Faihaq Ridhallah, salah satu anggota cilik Keluarga Mahasiswa Aceh di Mesir. Putra pertama dari pasangan Tgk. Aiyub Bardan, MA dan Tgk. Hajar Safwani ini lahir di Kairo pada 9 Januari 2006, ketika kedua orang tuanya menuntut ilmu di negeri para anbiya.
Tahun 2009 di umur yang masih sangat belia, Bang Fay –demikian ia kerap disapa- pulang ke kampung halaman, Aceh tercinta. Bertepatan sehabis Tgk. Aiyub menuntaskan studi Magister pada jurusan Bahasa Arab. Usia 4 tahun Fayhaq terdaftar sebagai anak didik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Al Hidayah- Meusara Agung Keutapang Aceh Besar.
Tahun 2011, Fayhaq melanjutkan studinya kejenjang Taman Kanak-Kanak Pertiwi di Geuceu Menara Banda Aceh. Dipilihnya Banda Aceh alasannya yaitu kebetulan Tgk. Aiyub menjadi dosen UIN Ar Raniry.
Akhir tahun 2011, Fayhaq bersama keluarganya meninggalkan Indonesia menuju kota kelahirannya di Kairo. Berhubung keberangkatannya sudah melewati tahun aliran baru, ia kembali di daftarkan pada aneka macam Taman Kanak-kanak di Mesir, diantaranya: Hadhanah New Baby Mutsallats, Taman Kanak-kanak ABA dan terakhir di Sekolah Raudhatul Hafidz-Hay Tsamin.
Barulah tahun 2012 Fayhaq mengikuti test masuk di Orman Language School, dan berkat izin Allah SWT ia dinyatakan lulus. Saat ini ia masih duduk di kelas II SD dan selalu menjadi terbaik di kelas, dengan nilai rata rata 100.
Kesehariannya, Fayhaq sama ibarat anak biasa, ia berangkat ke sekolah dari jam 07.00 CLT dan gres pulang ke rumah pada jam 14.30 CLT. Ia masuk sekolah setiap hari kecuali hari Jum'at dan Sabtu alasannya yaitu kedua hari tersebut merupakan hari libur bagi sekolahnya.
Sementara di hari libur, Fayhaq bersama adiknya Farhan, mengisi waktu luang untuk menghafal Al-Qur'an di Madrasah Tahfidz Qur'an Ma'sharawi yang terletak di hay Tsamin. Di hari libur lainnya, biasanya ia mengisi dengan bercengkrama bersama keluarga, bermain scooter atau bermain bola sembari menikmati indahnya alam di taman. Hadiqah Dauliyah dan Hadiqah Thifl yaitu taman andalannya bang Fay.
Di hari libur yang lain, Jum'at misalnya, Bang Fay dan adeknya Farhan gres menggeluti aktivitas yang menjadi kesenangannya, yaitu mempelajari tata cara menulis Arab yang indah dan berkaidah (kaligrafi), yang diajari pribadi oleh mahasiswa Aceh Tgk. Mukhlis Ilyas, Lc. dan Tgk. Khairul Rafiqi, Lc.
Ilmu dan hafalan Al-Qur'an diperoleh Fayhaq dari seorang guru yang berjulukan syeikh Syu’aib Muhammad di Markaz Qur'an Ahmad Isa Ma'sharawi hay-Tsamin. Sampai kini, bang Fay sudah menghafal dua juz (juz 29 dan 30).
Proses berguru mengajar di Markaz Qur'an Al Ma'sharawi ini sangat menarik, untuk bawah umur yang belum bisa membaca Al Qur'an, diajarkan dua metode: pertama; Syeikh membacakan Surah yang akan dihafal, kemudian anak mengikutinya. Kedua; semoga si anak sanggup cepat membaca dan menulis Al Qur'an, diajarkanlah metode Nurul Bayan. Sementara bagi anak yang sudah bisa membaca Al Qur'an, disamping mendengar bacaaan syeikhnya, si anak juga menulis apa yang sedang ia hafalkan, cara ini bertujuan semoga hafalan si anak lebih melekat.
Di usianya yang ke tujuh ini, Fayhaq sudah mengharumkan nama Indonesia khususnya Aceh. Ia menjadi penerima tunggal dari Asia pada Musabaqah Tahfiz Qur’an yang diselenggarakan oleh Syaikh Ahmad Isa Al-Ma’sharawi.
Diputaran yang pertama ia berhasil masuk dalam sepuluh besar, kemudian pada putaran selanjutnya iapun bisa mempertahankan prestasinya sehingga tersisa 6 penerima dari 5 negara. Mereka yaitu Fayhaq Ridhallah (Indonesia), fathimah (Uzbekistan), Anas (Mesir), Maryam (Britania), Sulaiman (Prancis), Hasanah (Britania). Keenam penerima ini akan dinilai kembali berdasarkan jumlah share dan like melalui akun Facebook syeikh Ahmad Isa Ma’sharawy. Share dan like akan memperoleh nilai 60 %, sedangkan 40 % akan diperoleh berdasarkan evaluasi dewan juri.
Harapan orang renta Fayhaq dalam keikutsertaaanya pada Musabaqah ini, tidak lain semoga bang Fay bisa memetik dan mempunyai pengalaman dan pelajaran yang sangat berarti. Ayah dan Ummi Fayhaq sangat bahagia dengan minat anaknya pada Al- Quran, hampir tiap selesai shalat maghrib, mereke berdua menyimak hafalan Fayhaq dan Farhan.

Menang dan kalah dalam sebuah perlombaan itu sudah niscaya ada. Selaku orang tua, mereka selalu memberi masukan ke Bang Fayhaq, bahwa dalam perlombaan ini jangan pernah meniatkan untuk mengejar juara, tetapi niatkan untuk sanggup mempertahankan apa yang sudah dihafalkan, alasannya yaitu Qur'an itu pondasi kehidupan. (Mukhlis Ilyas, Lc.)

Tuesday, 3 December 2019

Bumikan Al-Quran, Odoj Akan Selenggara Olimpiade Pecinta Quran


Kmamesir.org 6/8/2016 Hadits Rasulullah Saw. “Bacalah Al-Qur’an karna beliau akan tiba pada hari tamat zaman kelak sebagai syafa’at bagi pembacanya,” menyadarkan kita akan pentingnya tugas Al-Qur’an bagi seorang muslim. Hadits ini juga yang mengakibatkan komunitas ODOJ (One Day One Juz) mensyi’arkan kalimat “Membumikan Al-Qur’an melangitkan manusia” sebagai semboyan mereka. Kalimat yang sarat akan makna yang mendarah daging dalam jiwa setiap hamba yang terus berdzikir mengingat tuhannya melalui bacaan Al-Qur’an. 

Tahun ini ODOJ dengan gembira mengusung program yang sangat spektakuler di tengah-tengah kita semua. Olimpiade Pecinta Qur’an atau disingkat dengan OPQ. OPQ merupakan event terbesar yang diselenggarakan pada tahun ini. Tak hanya anggota ODOJ, event ini juga ditujukan kepada masyarakat umum yang berada di dalam dan di luar negeri. 

Oleh karenanya, sebelum OPQ Internasional yang akan diselenggarakan di Indonesia pada bulan November 2016 nanti, Dewan Pengurus Daerah akan melaksanakan penyisihan terlebih dahulu di kawasan masing-masing. Secara umum ada tiga kategori dalam perlombaan ini, yakni MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur’an) untuk kategori bakir balig cukup akal dan anak-anak, MHQ (Musabaqah Hifzil Qur’an)untuk kategori bakir balig cukup akal dan anak-anak, dan Musabaqah Tafsir Qur’an bahasa arab dan Indonesia. 

Pada kesempatan ini, ODOJ Mesir dalam penyelenggaraan program ini berafiliasi dengan beberapa forum Al-Qur’an di Mesir telah membuka registrasi semenjak tanggal 31 Juli sampai 15 Agustus 2016. Acara ini terdiri dari dua babak yakni babak penyisihan yang akan dilaksanakan pada 18 Agustus 2016 dan babak final pada 20 Agustus 2016. Dan untuk setiap pemenang juara 1 berhak untuk diberangkatkan ke Indonesia untuk mengikuti OPQ  Internasional pada November nanti. (AVK)