Wednesday, 11 March 2020

Katanya, Darah Muslim Itu Haram….


Oleh: Bintu Sofyan

Kau memanas hanya suatu maslahat
Kau raih dengan banyak sekali tipu muslihat
Kau tumpaskan jiwa rakyatmu, kemudian kamu kubur dalam lahat
Kau balik segala fakta biar dunia melihat

Katanya, darah Muslim itu haram…
Mengapa sekarang darah itu bagai air mengalir ??
Katanya darah muslim itu haram…
Mungkinkah tetesan darah itu akan segera berakhir ??

Kini, darah segar itu membanjiri lautan Rab’ah
Kini, darah segar itu telah menjadi  sejarah
Katanya darah muslim itu haram, sepakatkah kita??
Katanya darah muslim itu haram, lantangkah bunyi kita??

Jangan pernah kamu  raih beliau dengan senjatamu
Jangan pernah kamu gapai beliau dengan letupanmu
Sentuhlah ia dengan kobaran cintamu
Peluklah ia dengan kasih sayangmu

 Hay  8, Kairo 27 July 2013
(Kontemplasi dari peristiwa Mesir bersimbah darah)

Menunggu Mursi Kembali!


Bila engkau mati
Biarkan deru-deru debu
Menyiumi keningmu nan suci...

Bila engkau lelap dalam cahaya yang tak bisa kami lihat
Gambaran segenap juangmu tak satupun goyah
Oleh hamparan hujan peluru
Yang dipegangi nadi-nadi anak negerimu sendiri!

Oh, Harum Debu kawasan baringmu yang memeluk
Tempat segala keabadian nyala
Juang tanpa pertikaian,
Engkau hanya membisu dalam hening di jalan-jalan
Apipun menghadap juangmu mendinginkan bara
Karna hendak bangga
Dihidupi tekadmu!

Seperti Nil yg disurati sang Khalifah kala itu,
Deras mengaliri tanahmu
Yang sebelumnya bisu menjamu dahaga tanah airmu
Seperti itulah deras jalan-jalan negerimu engkau banjiri
Maka saksikanlah betapa engkau sebetulnya dalam kekuatan yang menyala-nyala
walau tanpa atribut perang apapun!
Engkau menyerupai bayi suci yang lahir dan turun dalam kafan-kafan juang di jalan-jalan

Duhai,
Tidurmu begitu lelap ketika ibadah fajar kamu tinggikan
Senin dini hari ketika itu
Tapi Diatas segala teror engkau tetap kokoh
Dan diujung melodi selesai hayat yang berdesing itu engkau roboh
...
Lalu sepi dan aroma kedamaian menyatu-menyelimuti
Fajar dalam negerimu!

Duhai, tidaklah sejenakpun engkau letih
hingga hari ke 21 ini
Hingga dalam tidur lelapmupun
Sekujur tubuhmu bersuara lantang
“kembalikan presiden negeri kami, presiden untuk negeri kami Islam yang suci! kami tak akan pergi dari shaf jalan-jalan ini hingga seribu nyawapun kami rela, usaha kami tak kan mati hingga dalam selesai hayat kami!"

Raysa, 220713



Tuesday, 10 March 2020

Puisi: Galau

Galau


Karya: Mulyadi

kemana....
kemana harus kucari....
ke bahari mati....?
atau kali mati....?
ke ulee titi....?
blang pidie....?
atau kah saya harus menahan diri....!

jikalau kata hati...
carilah di tengah bumi ini..
jangan kau cari di tepi...
berkaca pada bayi....

gak nyambung lagi....
ingin berpuisi...
tapi pagi nya sunyi...
tak ada jangkrik menari...
hanya wajahmu menghantui....

apakah ini.....?

wahai mentari....
iyya kau mentari...
jarang saya lihat pagi hari....
karna terlewati oleh mimpi....



Saturday, 7 March 2020

Puisi: Air Mata Rindu Nan Jauh

Karya: Mastur Yahya

Terlanjur yakin untuk menunda bertanya.
sangat percaya untuk tidak menduga.
cukup sabar untuk tidak menyangka.
supaya bangunan itu tengah dibentuk dengan berpengaruh dan kokoh,
penghuninya tentram berlindung.
Berita yang tidak mengagetkan ditulis.
kabar yang tidak mengejutkan disiar.
namun hati hancur membaca,meski jiwa rekat dalam tenang negeri.
Ketulusan air mata ialah ujian.
bukan darah merdeka tanpa bendera cinta.
kuakui ruhku kehilanganmu ketika terjaga.
tapi Allah masih membujukku berkata:
"ya ayyatuhannafsul muthmainnah"
"irji'i ila rabbiki radhiyatam mardhiyyah"
"fadkhuli fi 'ibadi"
"wadkhuli jannati"
itulah rayuanNya.
yang sekarang kubisikkan lewat angin.
mengusap jasadmu dengan rindu.
di alam fana nan jauh.



Monday, 24 February 2020

Nisan Kertas

Karya L.K.Ara
L.K. Ara - image by google

Meureudu Sebenarnya Kota Kerajaan
Orang-orang di bawah tenda
Ribuan jumlahnya
Alangkah serak jikalau bersuara
Apakah demam telah menyerangnya
Hanya dapat meneteskan air mata
 
Seruan pun  tak kedengaran
Ditenggelamkan angin dan hujan
 

Orang-orang di bawah tenda
Ribuan jumlahnya
 
Alangkah lembut jikalau melambai
Jangan biarkan ia sangsai
Didera hirau taacuh dan lapar
Air mata mereka akan melimpah
Menerpa rumah kita
 

Doa mereka akan menggoncang pilar istana
Banda Aceh, 2013

Nisan Kertas
Nisanku tak terbuat dari kayu atau batu
Lebih tak mungkin dari kerikil pualam
Nisanku terbuat dari kertas
Mungkin diambil dari lembar buku tulisku
Ketika saya dikubur 
Orang sibuk mengurus diri sendiri
Musibah gempa sedang  terjadi
 
Di negeri kami
Orang tuaku dan saudara dekat
 
Masih sempat mengubur mayatku
Kelak mungkin orang bertanya: 
Siapa dikubur di sini?
Tak ada yang dapat menjelaskan
 
Aku hanya murid SD di Blang Mancung
Duduk di kelas lima
 

Belum punya karya apa apa
Namaku Sabardi
Lebih cepat dipanggil Ilahi
Karena sayang-Nya tak terperi
Ingin memelihara mataku yang muda
Untuk menyaksikan keonaran dunia

Sumber (Harian Serambi)


Wednesday, 12 February 2020

Waham

Oleh : Tarian Langit

Seorang ustad yang sehari-hari sering terlihat menuju tempat maksiat. Tempat yang diyakini bahwa disana berkumpul manusia-manusia yang durjana kepada tuhan. Manusia kelam nan hina.

Orang-orang memandang bahwa tujuan ustad tersebut ke kesana untuk bermaksiat, kepada Allah, mencari kenikmatan dunia. Miris sekali! Bahkan tidak sedikit yang mencibirnya. Bahkan tidak sedikit yang melempari rumahnya dengan kotoran hewan.

Dijalan mereka memandangnya dengan tatapan yang  mengerikan sekali. Ramai-ramai mencomoohnya dengan kata-kata keji dan kotor.

Hingga sampailah isu tersebut kepada insan Arif. Beliau didesak untuk segera menasehati ustad tersebut biar tidak lagi pergi ketempat tersebut untuk bermaksiat. Kalau contohnya dia tidak mau berhenti menuju kesana, ditakutkan masyarakat akan melaksanakan upaya untuk mencegah dia hingga taraf menghilangkan nyawa.

Protes ini bukan cuma hanya dari masyarakat sekitar saja. Sekumpulan insan lain yang juga mengatasnamakan pewakilan paguyuban ustad ikut eksklusif mendesak sang Arif untuk segera menuntaskan persoalan noda hitam diatas kain putih. Sang arif antara senyum ngeri-ngeri sedap mendengar klarifikasi mereka.

 “Pokoknya jangan hingga wajah dunia perustad-an itu menjadi jelek gara-gara perbuatan dia. Dia itu cuma seorang insan dengan pendidikan rendah, tingkat ilmunya hanya sedikit saja, dikala ditanyakan alasanya ketempat maksiat katanya untuk berdakwah” klaim Ust. Ali sehari sebelumnnya.

Tamatan tempat pengajian kecil dikampung-kampung, pantas saja tidak berpikir panjang” timpal tokoh lainnya.

Solusi sang Arif

Mulailah sang arif menuju tkp. ia mencoba mengikuti si ustad dari jauh untuk menjaga jarak biar tidak ketahuan. Beliau juga menikmati dengan mata kepala, melihat sendiri bagaimana masyarakat menghina si ustad dijalan menuju tempat mangkalnya.

Sesampainya didaerah yang dikenal menakutkan tersebut. Sang Arif melihat si ustad masuk sebuah ke sebuah rumah bordir, 15 menit kemudian dia keluar. Lalu masuk rumah yang lainnya.  Begitu terus menerus ia lakukan di setiap rumah hingga berhenti di rumah paling ujung lorong, disana sang Arif harus menunggu lebih lama. Satu jam menunggu balasannya si ustad keluar dari rumah tersebut kemudian kembali pulang kerumahnya.

Sang Arif mengikutinya selama beberapa hari, hari keempat mulailah ia bertanya perihal ustad tersebut pada warga didaerah angker.

“Maukah anda menunjukkan saya sedikit informasi? Saya akan membayar anda!” Tanya sang Arif pada seorang perempuan yang rumahnya berdekatan dengan rumah bordir pertama. Dan ternyata perempuan tersebut pemilik rumah bordir rumah pertama yang dimasuki si ustad.

Wanita tersebut mengangguk dan mulai menjelaskan. “Ketika hari pertama ia datang, kami berpikir bahwa dunia kini sudah milik kami seutuhnya. Bayangkan saja, ustad saja sudah mencari pemuasan ditempat kami, itu yang kupikirkan dikala ia menyodorkan uang meminta izin masuk klub yang saya kelola.”

“Ia memesan sebuah air mineral duduk sebentar. Kemudian meminta mix kemudian mulai berbicara wacana mati. Belum pernah sekalipun mix dipakai untuk memberikan khutbah wacana dongeng kematian dan alam kubur. Biasanya memang untuk nyanyi. Belum selesai nasehat yang diutaraknnya, pengunjung mulai bersorak mencaci dan berakhir dengan muka lembab sedikit berdarah terkena hak sepatu perempuan penghibur.” Tambahnya.

Keesokan harinya ia dating lagi, begitu seterusnya sikap ustad gila tersebut berhari-hari hingga tidak seorangpun dari kami merasa asing dengannya. Dan tidak lagi terjadi pelemparan serta pemukulan atau pencibiran terhadap dia. Hingga kini kami memberinya waktu 15 menit setiap hari untuk berbicara di mix.” Jelasnya lagi.

Entahlah! Sebagian dari kami menganggap ceramah di tempat kami sebagai sebuah humor, angin kemudian bahkan sebagai gonggongan saja.

Lalu kami sadar jika kami mulai kehilangan satu persatu pekerja kami. Mereka mulai meminta izin berhenti untuk tidak lagi bekerja. Baru kami tau kalu si penceramah sudah berhasil merenggut pekerja kami dengan sukarela tanpa uang.

Akhirnya isu mengejutkan rumah ujung lorong yang paling populer disini, paling mahal dengan perempuan muda dan cantik. Pemiliknya tidak mau lagi mengoperasikan usahanya dan menentukan mengubah rumahnya menjadi tempat berlindung bagi pekerja kami yang berhenti.

Saya mencari tau kenapa hal tersebut terjadi. Setelah saya bertanya kepada beberapa kawan-kawan yang lain saya gres mengetahui jika mitra kami pemilik klub ujung sudah letih dengan perjuangan menyerupai ini. Ia ingin menghabiskan sisa hidupnya dengan mendekatkan diri kepada tuhan. Cuma itu yang saya tau.

Mungkin saya juga akan menutup perjuangan saya dalam waktu dekat. Sudahlah! Saya hanya ingin menikmati hidup yang tentram. Mungkin akan mengikuti jejak mitra yang menutup tempat perjuangan tersebut dan  mengakibatkan sebagai tempat penampungan. Atau menggantinya menjadi toko kelotongan saja.

Setelah sedikit klarifikasi itu Sang Arif meminta izin kemudian eksklusif menuju rumah ujung, pikirnya si ustad kini niscaya sudah disana. Dan wahamnya pun benar, ia sudah disana. Ia mengetuk pintu meminta izin untuk ikut serta mendengarkan semburan kalam akhirat.

Ah, dunia terlalu luas untuk dipersempit dengan waham-waham liar. Manusia yang yang disangkanya syaitan dikala diteliti dengan seksama bukanlah syaitan melainkan insan mulia.


Tak lupa sehabis pengajian kecil tersebut si Arif meminta maaf telah mengikuti sang ustad, ia menjelaskan kenapa ia mengikuti dan apa tujuannya mematai-matai beliau. Padahal seharusnya ia bertanya secara langsung. Bukanya mengendap-ngendap dengan penuh kecurigaan.

Tuesday, 11 February 2020

Untukmu Duhai Perempuan Yang Beriman



Oleh; Husni Nazir*

Maksud doktrin disini yaitu mereka yang menyakini bahwa tiada ilahi selain Allah SWT. Tak ada sekutu baginya, baik pada zat maupun sifat-Nya. Meyakini sebenarnya tiada zat yang bisa memperlihatkan manfaat kepada insan selain-Nya. Tidak ada satupun dari kalangan makhluk yang bisa memperlihatkan manfaat atau mengadakan kemudaratan tanpa izin dari Allah.

Yaitu mereka yakin bahwa kepada-Nyalah insan akan kembali pada hari yang tidak ada keraguan padanya. Pada hari itu akan dibukakan semua tabir diam-diam dan hakikat, tidak ada yang tertutup. Hari penyesalan bagi mereka yang termakan dengan dunia dan jauh dari Allah. Serta hari kemenangan dan suka cita bagi mereka yang bisa memahami hakikat dunia, kemudian mereka menjadikannya mediator untuk meraih rida Allah.

Bukanlah yang dimaksud dengan doktrin disini, mereka yang pernah mendengar nama Allah dan tidak memahami hakikat di balik nama agung tersebut. mereka mewariskan doktrin melalui verbal saja, tanpa tercium oleh hati yang ada di dalam dada. Bahkan ia kadang mendengar dua puluh kali nama Allah dalam sehari, tetapi tidak pernah menyadari akan kekuasaa-Nya walau sekali dalam sebulan , bahkan setahun.

Iman yang semacam ini tidak menyebabkan hati sedikitpun ketakuatan, serta tidak bisa menuntun pemiliknya kemanapun. Berbicara wacana nilai dan moral Islam, akan percuma bagi hati yang ibarat ini.

Tulisan ini terkhusus bagi para perempuan pemilik doktrin jenis yang pertama. Yaitu doktrin yang berasal dari keikhlasan dan kepuasan hati dari dalam. Bukan lantaran paksaan atau tanpa disadari. Tidak diragukan lagi doktrin ibarat ini akan gampang didapatkan pada seorang mukmin, lantaran inilah hakikat doktrin yang sebenarnya.

Ketahuilah, bahwa keberdaan kita didunia ini betul-betul penting dan sangat penting. Setiap waktu yang kita lewati yaitu ujian untuk menaikkan posisi kita dihadapan sang Ar Rahman. Dan kenyataannya, sadar atau tidak bahwa untuk melewati ujian tersebut hanya bisa dilakukan dengan pertolongan dari Allah.

Jika pria dan perempuan sama-sama menjalani ujian yang sama dari sang Khalik. Akan tetapi perempuan memiliki kiprah lain, yang sangat besar lengan berkuasa selama di dunia dan sangat besar efeknya kelak dihari pembalasan.

Selain perempuan ikut berjuang gotong royong pria sebagai hamba dalam ujian, perempuan juga merupakan satu materi ujian bagi laki-laki, bahkan ia yaitu ujian terbesar bagi kaum mereka.

Hal ini karena, syahwat dengan segala jenisnya merupakan materi dasar ujian yang Allah sediakan untuk menguji insan selama di alam dunia. Sedangkan wanita, sesuai dengan pernyataan Allah SWT. merupakan jenis syahwat yang menempati urutan pertama dibandingkan dengan syahwat lainnya.

Bukankah Allah SWT. yang mengatakan:

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ 
الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ.

Artinya: Dijadikan terasa indah dalam pandangan insan cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah kawasan kembali yang baik. (Ali Imran: 14)

Dalam ayat ini terang terlihat bahwa Allah SWT. menyebutkan perempuan pertama sekali diantara sejumlah syahwat lainnya. Kalau bukan lantaran besarnya cobaan yang dibawa oleh wanita, kemudian kenapa harus perempuan yang disebutkan pertama!

Rahasianya yaitu lantaran semua bentuk maksiat yang Allah larang hamba-Nya untuk mendekatinya, tidak terdapat kecocokan diantara maksiat tersebut dengan fitrah manusia.

Zalim dengan segala bentuknya yaitu haram. Namun untuk menjauhinya insan bisa meminta pertolongan kepada fitrah mereka yang menolak kezaliman. Khamar haram, dan fitrah sejati insan juga menolaknya. Begitu juga maksiat lainyna ibarat mencuri, menipu, mencerca, mengupat, dan lain-lain.

Fitrah insan yang masih murni akan menolak perkara-perkara tersebut. Untuk meninggalkannya insan tidak akan terlalu sulit, lantaran dibantu oleh fitrah yang menolaknya. Kecuali fitrah yang telah diracuni dengan aneka macam efek dari luar.

Hanya ada satu pengecualiaan dari hakikat umum ini, yaitu ketertarikan antara pria dan perempuan (gharizah jinsiyyah). Meskipun ketertarikan ini sanggup membawa insan kepada pekerjaan yang tidak boleh oleh agama, bahkan terhitung diantara larangan-larangan yang sangat urgen dalam islam, akan tetapi ia merupakan ciri khas utama dari fitrah orisinil manusia.

Tak ada jalan bagi insan (selama ia memiliki fitrah yang sehat dan tidak melenceng) untuk berlari, mengubur dan mengalahkannya.

Oleh lantaran hakikat dari dua jenis cobaan ini berbeda, maka untuk menanggulanginya, Islam juga memperlihatkan solusi yang berbeda. Untuk jenis pertama ibarat zalim, mencuri, mencerca, menghasut dan lain-lain bisa, Islam mengajurkan untuk tidak mendekati dan menjauhinya sejauh timur dan barat.

Berbeda dengan ketertarikan lawan jenis, jalan keluarnya justru dengan memenuhi harapan tersebut, tetapi di dalam batas yang telah digariskan oleh syarak.

Kenapa Cuma Wanita?

Barangkali para muslimah akan menyangkal dan bertanya, “Kenapa pula pria bukan cobaan terbesar bagi wanita? Bukankah perempuan juga tertarik dengan laki-laki?”

Pertanyaan ini bisa dijawab dengan klarifikasi berikut ini, sebagaimana yang dijawab oleh Syeikh Ramadhan Al Buthi di dalam kitabnya Li Kulli Fattatin Tukminu Billah.

Karena fitrah perempuan telah diciptakan Allah SWT. dengan Hikmah-Nya untuk dicari bukan mencari. Oleh lantaran itu, bagaimanapun seorang perempuan tertarik dengan laki-laki, watak mencari akan mengarahkannya untuk menunggu, dan menggali cara bagaimana ia akan dicari. Cara yang akan dipakai oleh perempuan inilah yang terkadang menjelma fitnah bagi laki-laki.

Inilah mengapa perempuan memegang fitnah lebih besar dibandingkan laki-laki.

Hakikat ini telah Rasulullah nyatakan dalam hadisnya, Rasulullah bersabda:
ماتركت بعدي فتنة أضر على الرجال من النساء

Aku tidak meninggalkan satupun fitnah sepeninggalku yang lebih membahayakan para lelaki kecuali wanita. (HR. Bukhari dan Muslim)

Apabila hikakat ini telah sama-sama kita ketahui, maka susah dan mudahnya cobaan itu ada ditangan wanita. Wanitalah yang akan memutuskannya. Wanita bisa saja menyebabkan dirinya sebagai bala yang menjerumuskan. Dan bila mau, perempuan juga bisa membantu pria untuk menempuh jalan selamat dan diridhai Allah.

Berapa banyak dongeng wacana peradaban terdahulu yang berhasil mencapai puncaknya, kemudian runtuh lantaran disebabkan oleh kerusakan moral diantara mereka. Dan ternyata kebobrokan moral itu sebagian besarnya disumbangkan oleh wanita.

Ataupun tidak perlu jauh membuka buku sejarah. Lihatlah perjaka kita hari ini. Adakah anda menemukan moral mereka yang sangat keliru dan menyedihkan? Kemudian lihat kembali apa yang menyebabkan mereka demikian? Bukanhkah fintah perempuan yaitu salah satu sebabnya?

Amanah yang Allah berikan tersebut, seharusnya dijadikan sebagai tambang amal untuk mencari ridha Allah. Dengan cara menjaga dan tidak menjadikannya fitnah bagi hamba Allah yang lainnya(baca: laki-laki). Karena sesungguhnya, setiap dari mata, indera pendengaran dan hati akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah yang Maha Melihat dan Maha mengetahui kelak. Semoga!

*Tim redaksi, Mahasiswa Pascasarjana Universitas Al-Azhar, Mesir.

tulisan ini disadur dari kitab Likulli Fattatin Tukmin Billah, karangan Syeikh Ramadhan Al Buthi.