Thursday, 12 December 2019

Ilmu Bukan Hanya Najah Di Imtihan











Kmamesir.org. 7/03/2016. Jika acara belajar-mengajar di kuliah telah dimulai, maka tidak akan usang lagi ujian al-Azhar juga akan menyusul. Ini dikarenakan waktu yang dipakai oleh al-Azhar untuk berguru tidaklah lama, para mahasiswa hanya mempunyai waktu kurang lebih dua bulan untuk melahap delapan atau bahkan dua belas muqarrar pada term 2 ini. Maka dari itu, acara 100 Hari Menggapai Mumtaz pada term 2 yang dimotori oleh Departemen Pendidikan resmi dibuka. Dalam kesempatan ini Tgk. Mukhlis Hasballah Lc. selaku pemateri tidak hanya memberikan motivasi-motivasi berguru sebatas untuk menghadapi ujian, akan tetapi dia memberikan pelajaran yang lebih penting yaitu "Bagaimana Cara Kita Bermu'amalah dengan Buku?”.

Pertama-tama dia membagi persiapan berguru kepada tiga tahap. Tahap pertama ialah tahap persiapan sebelum menuntut ilmu. Hal yang paling penting pada tahap ini ialah niat yang benar. Setiap penuntut ilmu harus mengikhlaskan niat mereka hanya kepada Allah SWT. 


Selain itu, harus ada juga faktor-faktor yang akan menuntut kita untuk belajar. Seperti tuntutan sebagai seorang muslim. Karena setiap muslim wajib mempelajari ilmu yang hukumnya fardhu 'ain.  Juga tuntutan sebagai seorang azhari. Karena kita para azhari mempunyai amanah yang besar untuk memberikan ilmu yang telah kita dapatkan di Mesir kepada masyarakat nantinya. Dan masih banyak lagi faktor-faktor yang mendukung kita untuk berguru lebih ulet lagi. 

Setelah niat dan faktor pendukung, lingkungan juga patut diperhatikan. Jika lingkungan tidak cukup mendukung dalam belajar, maka kitalah yang membuat lingkungan dengan aneka macam acara keilmuan yang bermanfaat.


Kemudian tahap yang kedua ialah tahap sebelum memulai membaca suatu ilmu. Hal yang perlu diperhatikan pada tahap ini ialah mengetahui arti setiap kalimat dan menguasai ilmu alat menyerupai Nahwu, Sharaf, Manthiq, Balaghah, Insya' dan qawa’id Imlak.


Dan tahap ketiga ialah tahap dikala membaca suatu buku. Bacalah secara sekilas terlebih dahulu hingga tahu citra umum buku tersebut. Setelah itu perhatikanlah istilah-istilah di setiap disiplin ilmu, alasannya setiap ilmu mempunyai istilah masing-masing yang berbeda satu sama lain. Penting juga untuk memperhatikan tanda baca untuk menghasilkan pemahaman yang benar dikala membaca nantinya.

Adapun sesudah ketiga tahap tersebut berhasil dipraktikkan dengan benar, maka hal yang terpenting ialah mengulang kembali ilmu yang telah ditekuni dan juga membaca buku-buku penunjang supaya ilmu yang ditekuni lebih lengket dan semakin bertambah maklumat yang didapatkan.

Di final kalam dia menyampaikan “ilmu itu ialah berguru dan mengulang. Barang siapa yang tidak mau berguru dan menginginkan kesuksesan menyerupai orang yang menginginkan anak tanpa ingin nikah.”

Beliau juga berpesan kepada penerima supaya semuanya bisa membagi-bagi waktu antara kuliah dan talaqqi. Ujian sebagai sarana untuk menguji kemampuan. Ambil juga istifadah di luar kuliah baik di talaqqi atau dengan membaca buku. Wamaa at-taufiiqu illa billah. (NHI)





banner
Previous Post
Next Post