Tuesday, 22 October 2019

Pengertian Ikhtiar Dan Usaha

Pengertian Ikhtiar - Setiap orang Islam wajib percaya kepada qadha' dan qadar Allah. Tetapi, anutan Islam menganjurkan semoga orang wajib berihtiar atau berusaha dalam kehidupannya sehari-hari. Begitu juga dalam segala perjuangan untuk mencapai kebahagiaan di akhirat, orang harus berusaha semaksimal mungkin, baik dengan beribadah, berdoa maupun dengan berzakat sholeh,

Pengertian Ikhtiar dan Usaha

 Setiap orang Islam wajib percaya kepada qadha Pengertian Ikhtiar dan Usaha
Usaha semoga Sukses

Ikhtiar atau perjuangan ialah suatu langkah atau perbuatan insan untuk mencapai apa yang diinginkannya atau yang dicita-citakannya.

Dalam berikhtiar, insan tidak perlu memikirkan ihwal takdir yang akan berlaku pada dirinya. Sebab setiap orang mustahil akan mengetahui nasibnya di masa yang akan datang. Yang terpenting bagi seorang insan yaitu berikhtiar dengan sekuat tenaga, dihentikan berpangku tangan, atau menunggu takdir yang baik. Allah swt telah berfirman bahwa nasib suatu kaum/umat akan berubah apabila umat/kaum itu sendiri yang merubahnya. Dan berikut ini ayatnya :

Allah swt berfirman yang artinya :

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, sehingga mereka itu mengubah nasibnya sendiri. (Q.S. Ar-Ra'ad ayat 11).

Dalam ayat lain Allah swt juga berfirman yang isinya semoga hamba-Nya banyak bekerja atau berikhtiar, sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Quran Surat At-Taubah ayat 105 yang artinya :

Dan katakanlah (Hai Muhammad). Bekerjalah kau semua. Maka Allah dan Rasul-Nya serta orang mukmim akan melihat hasil pekerjaanmu. 

Di ayat lain Allah swt berfirman yang artinya :

.....Sesungguhnya Aku tidak akan menyia-nyiakan amal orang yang berzakat di antaramu, baik pria atau perempuan. (Q.S. Ali-Imran ayat 195)

Dalam Q.S. An-Najm ayat 39-41 Allah swt berfirman :

Dan bawha tiadalah yang akan diperoleh insan hanyalah sekadar hasil usahanya. Usahanya itu akan dilihat, lalu akan diberikan padanya ganjaran sepenuhnya.

Di samping berusaha dengan segala daya dan kekuatan fisik, orang-orang beriman hendaknya juga berikhtiar secara batin yaitu dengan jalan berdoa dan memohon kepada Allah set Tuhan Yang Maha Menentukan Qadha dan Qadar bagi semua makhluknya. Dipandang dari segi ini, maka berdoa sanggup menggerakkan ikhtiar insan secara fisik. Apalagi Allah swt telah menjanjikan bahwa siapa di antara hamba-hamba-Nya yang berdoa dengan yakin dan nrimo pasti akan dikabulkan-Nya. Dalam Al-Quran surat Al-Mukmin ayat 60 Allah swt berfirman :

... Berdoalah kau kepada-Ku, pasti Aku mengabulkan permohonanmu

Dalam berikhtiar, Islam mengajarkan semoga jangan lekas menyerah. Apabila mencapai sesuatu sesuai degan keinginan, maka bersyukurlah kepada Allah swt. Tetapi apabia mengalami kegagalan, maka pelajarilah lebih dahulu sebab-sebab kegagalan itu. Kemudian usahakan perbaikan-perbaikannya, sehingga kegagalan itu tidak terulang kembali. Anggaplah kegagalan itu hanya merupakan kesuksesan yang tertunda, dan sebagai orang mukmin kita dihentikan cepat frustasi sebagaimana Firman Allah swt dalam Q.S. Yusuf ayat 87 yang artinya :

....Dan janganlah kau berputus asa dari rahmat Allah.

Oleh lantaran itulah insan diwajibkan untuk berusaha dan berikhtiar dengan sungguh-sungguh. Tidak boleh malas, lantaran menunggu takdir. Nabi saw bersabda :

Bekerjalah untuk kepentingan duniamu, seolah-olah kau akan hidup untuk selama-lamanya. Dan bekerjalah untuk akhiratmu, seolah-olah kau akan mati besok. (H.R. Muslim). Pengertian Ikhtiar dan Usaha

Monday, 21 October 2019

Pengertian Tawakal

Pengertian Tawakal - Setelah kita berusaha dan berikhtiar maka selanjutnya yaitu bertawakal, pengertian tawakal adalah suatu tindakan menyerahkan segala sesuatu kepada Allah swt sehabis melaksanakan ikhtiar dengan maksimal. Tawakal juga sanggup diartikan berserah diri dengan berusaha dan berdoa.

Sebagai contoh, seseorang yang ingin lulus sekolah, maka ia harus berikhtiar dan berusaha berguru maksimal semoga dengan cita-cita semoga lulus sekolah, sehabis itu gres berdoa dan berserah diri kepada Allah swt dengan sepenuh hati. Inilah yang dinamakan dengan tawakal.

Pada zaman Nabi Muhammad saw ada seseorang sobat yang bertanya : Apakah seseorang melepaskan hewan di padang yang luas, tanpa diawasi disebut tawakal? Nabi Muhammad menjawab : Ikat dan cancanglah hewan itu dengan tali agr tidak lari, kemudian bertawakallah kepada Allah swt.

Pengertian Tawakal

 Setelah kita berusaha dan berikhtiar maka selanjutnya yaitu bertawakal Pengertian Tawakal
Pengertian Tawakal

Hadit diatas menunjukqn bahwa bertawakal itu sangat bergantung kepada ikhtiar atau usaha. Keduanya memiliki korelasi yang bersahabat dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Dengan demikian dogma kepada takdir bukanlah dimaksudkan untuk pasrah dan berpangku tangan belaka, melainkan harus berikhtiar dan bertawakal dengan selalu mengharapkan nikmat dan karunia serta kasih sayang dari Allah swt.

Allah swt berfirman :

Hendaklah kau bertawakal kepada Allah kalau kau betul-betul beriman. (Q.S. Al-Maaidah ayat 23)

Jika Allah menolong kamu, tidak ada yang sanggup mengalahkan kamu, sebaliknya bila Dia meninggalkan kamu, maka siapa lagi yang sanggup memberi pertolongan. Oleh lantaran itu, hendaklah orang-orang yang beriman menyerahkan diri kepada Allah. (Q.S. Ali-Imran ayat 160)

Kedua ayat di atas mengajarkan bahwa setiap orang mukmin harus bertawakal dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah swt. Tetapi, insan tetap diperintahkan untuk berusaha memperbaiki kehidupannya semoga lebih baik. Namun insan sangat bergantung kepada kekuasaan Allah swt. Manusia hanya diberi kemampuan yang sangat terbatas, dan tidak akan mungkin sanggup menyaingi atau menandingin-Nya.

Dalam kehidupan ini, kita banyak menyaksikan begitu banyak orang yang bekerja dengan sepenuh kemampuannya tetapi masih juga mengalami kegagalan, sebaliknya banyak orag yang bekerja dengan hening tanpa banyak mensforsir banyak tenaga, tetapi berhasil dan sukses. Inilah suatu bukti bahwa insan itu memiliki keampuan yang terbatas.

Oleh lantaran itu di samping insan wajib berusaha juga harus berdoa dan bertawakal kepada Allah swt. Hal ini dimaksudkan semoga sewaktu-waktu apabila mengalami kegagalan dalam usahanya, tidak terpengaruh oleh keadaan dan tekanan-tekanan kejiwaan lainnya. Allah swt berfirman :

Kemudian apabila kau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya. (Q.S. Ali Imran 159)

Pengertian Hadits Nabi

Pengertian Hadits adalah apa yang diriwayatkan dari Nabi Muhammad saw, baik berupa kata-kata, atau perbuatan, atau penetapan (takrir). Berikut ini yakni pengertian hadits yang saya dapatkan dari sebuah buku, bila terdapat kesalahan sanggup dikritik. Oke eksklusif saja berikut yakni penjelasannya.

Penetapan tersebut sanggup terjadi, apabila salah seorang sobat mengucapkan sesuatu atau mengerjakan sesuatu pada dikala kehadiran Rasulullah saw, atau dia mendengar adanya sesuatu ucapan atau perbuatan dari seorang sobat yang tinggal jauh dari Rasulullah, kemudian dia membisu saja atau menganggapnya baik, maka hal itu dianggap sebagai persetujuan atas ucapan atau perbuatan sobat tersebut.

Hadits dalam pengertian tersebut sama dengan pengertian sunah, akan tetapi, kata-kata sunah kadang kala diartikan kepada kenyataan yang terjadi pada masa Rasulullah dalam menerapkan syariat (hukum Islam), yakni perkara yang berlaku pada masa pertama Islam.

Dengan demikian pengertian hadits atau sunah Rasulullah saw meliputi tiga hal, yaitu :

1. Sunah Qouliyah
Yang dimaksud dengan sunah qouliyah yakni sabda-sabda Rasulullah saw yang berupa perkataan, baik menerangkan hukum-hukum agama, maksud isi Al-Quran, ilmu pengetahuan, kebudayaan dan seterusnya hingga pada soal-soal akhlak/moral.

2. Sunah Fi'liyah
Yang dimaksud dengan sunah fi'liyah yakni perbuatan-prbuatan Nabi Muhammad saw, yang menerangkan cara beribadah, sebagai rujukan yakni cara shalat, wudlu, haji dan lain sebagainya. Sunah fi'liyah sanggup dibagi menjadi 6 macam yaitu :
  • Pekerjaan Nabi Muhammad saw yang bersfat gerakan jiwa, gerakan hati, gerakan badan menyerupai bernafas, duduk, berjalan dan lain sebagainya. Perbuatan menyerupai itu tidak ada sangkut-pautnya dengan soal hukum, dan tidak ada hubungannya dengan perintah, larangan maupun teladan.
  • Perbuatan Nabi Muhammad saw yang bersifat kebiasaan, menyerupai cara makan, tidur dll. Perbuatan semacam itu juga tidak ada hubungannya dengan perintah, larangan maupun teladan, kecuali bila ada perintah atau ajuan dari Nabi Muhammad saw untuk mengikuti cara-cara tersebut.
  • Perbuatan Nabi Muhammad saw yang khusus untuk dia sendiri menyerupai beristril lebih dari empat dan menyambung kan puasa dengan tidak berbuka. Dalam hal ini orang lain dihentikan mengikutinya.
  • Pekerjaan yang bersifat menjelaskan aturan yang global, menyerupai sholat dan haji. Hukum perbuatan tersebut sama dengan aturan apa yang dijelaskan, baik wajib maupun sunat.
  • Pekerjaan yang dilakukan terhadap orang lain sebagai hukuman, menyerupai menahan orang, atau mengusahakan milik orang lain. Dalam hal ini diharapkan untuk mengetahui sebab-sebabnya, kemudian gres diterapkan sebagai keputusan hukum.
  • Pekerjaan yang menandakan kebolehan saja, menyerupai berwudlu dengan satu kali atau tiga kali basuhan pada tiap-tiap angota badan pada dikala berwudlu.
3. Sunah Taqririyah
Yang dimaksud dengan sunah taqririyah yakni penetapan-penetapan Rasulullah saw, lantaran mendengar atau melihat sobat melaksanakan sesuatu, kemudian ditetapkan atau dibiarkan Nabi Muhammad saw dengan tanpa menegur atau melarangnya.

Saturday, 12 October 2019

Pengertian Qadha Dan Qadar

Pengertian Qadha dan Qadar - Dalam pengertian sehari-hari qadha dan qadar merupakan dua buah kata yang memiliki arti yang hampir sama. Karena itu, qadha dan qadar sering disebut juga dengan takdir, yang artinya ketentuan Allah swt. Ditinjau dari segi bahasa qadha artinya ketentuan atau ketetapan (Q.S. Bani Israil 4). Sedangkan qadar artinya ketentuan atau ukuran. (Q.S. Al-Furqon 2).

Berdasarkan pengertian itulah maka qadha dan wadar itu sanggup dibedakan, dan berikut ini perbedaannya.

Perbedaan Qadha dan Qadar

Qadha

Qadha memiliki arti perwujudan atau kenyataan dari ketentuan ketentuan (takdir) Tuhan yang telah ditetapkan semenjak zaman azali. Jadi, qadha merupakan keputusan atau ketetapan yang sudah terealisasi dalam kenyataan. Misalnya serang murid yang berjulukan si X pada ketika ini telah menjadi seorang dokter. Kerberhasilan si X mmenjadi doketer itu disebut dengan qadha Allah. Artinya keberhasilan beliau bisa menjadi dokter itu, lantaran memang telah ditentukan semenjak zama azali sebelum Ia dilaharkan. Atau qadarnya memang sudah ditetapkan demikian.

Qadar
Sedikit berbeda dengan qadha, qadar merupakan  ketentuan-ketentuan, atau segala rencana milik Allah yang  niscaya berlaku bagi semua makhluk yang telah ditetapkan semenjak zaman azali. Ketentuan atau ukuran takdir pada masing-masing makhluk telah ditentukan pada zaman azali. Tetapi tidak ada seorang pun yang sanggup mengetahui hal ini, sebelum ketentuan terealisasi dalam kenyataan. Ketentuan Allah yang belum terealisasi dalam kenyataan disebut dengan qadar atau takdir.

hari qadha dan qadar merupakan dua buah kata yang memiliki arti yang hampir sama Pengertian Qadha dan Qadar
Pengertian Qadha dan Qadar
Misalnya seseorang yang terjangkit penyakit jantung kemudia berobat dengan sekuat kemampuannyaadar ia lekas sembuh. Namun sekalipun telah diobat dengan seseorang yang paling ahl, tetapi ia balasannya mati juga. Semua itu lantaran Allah telah memilih semenjak zaman azali bahwa beliau harus mati dengan lantaran penyakt jantung. Jadi, ketentuan semenjak zaman azali itu dinamakan qadar atau takdir. Sedangkan kenyataan mati terjangkit penyakit jantung dnamakan qadha dari Allah swt/

Semua insan tidak sanggup mengetahui apa yang akan terjadi terhadap dirinya, sudah ada dalam ketentuan Allah. Tidak ada satu makhluk pun di dunia ini yang sanggup lari dari takdir Tuhan. Itulah sebabnya kita harus percaya dengan seyakin-yakinnya, bahwa Allah-lah yang memilih segala sesuat. Allah swt berfirman :

Sesungguhnya Kami membuat segala sesuatu berdasarkan ukuran. (Q.S. Al-Qamar 49)

Dilain ayat Allah swt juga berfirman :

Tidaklah sesuatu bencaya yang menimpa di bumi dan pada dirimu, melainkan dahulu sudah tersurat dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu yaitu gampang bagi Allah. (Q.S. Al-Hadiid 22).

Terimakasih sudah membaca artikel Pengertian Qadha dan Qadar. Baca : Pengertian dan Adab Berdoa

Pengertian Syirik Dan Musyrik

Pengertian Syirik dan Musyrik - Pada pagi hari ini akan share wacana dua hal yang oleh kebanyakan orang dianggap sama tetapi bergotong-royong berbeda. Langsung saja ini ia penjelaasan secara singkat, agak padat dan agak jelas.

Pengertian syirik dan Musyrik

Syirik adaah perbuatan menyekutukan Allah atau sanggup juga diartikan mempercayai/menyembah/meminta selain kepada Allah swt. Sedangkan musyirik ialah orang yang melaksanakan syirik. Dalam Al-Quran maupun dalam Hadits dinyatakan bahwa syirik merupakan salah satu dari dosa besar dan merupakan dosa yang paling besar, lantaran syirik ini merupakan tindakan pelanggaran terhadap prinsip dan ketentuan-ketentuan iktikad Islam. Baca : Pengertian AL Quran

Ajaran iktikad atau tauhid (meng-Esa-kan Allah) dalam Islam itu tidak boleh berbelok-belok atau bergeser seujung rambut pun, lantaran ia tidak saja merupakan pintu gerbang Islam, tetapi lebih dari itu, akdah juga merupakan sesuatu prinsip dalam Islam, suatu prinsip yang menjadi jiwa atau roh agama Islam itu sendiri sepanjang masa. Karena itu berdasarkan Abul A'la Al-Maududi "Tahuid is the bedrock of Islam, its foundation and its essence" (Tauhid ialah urat akan  Islam, dasarnya dan intisarinya).

Karena posisi iktikad yang demikian vital di dalam Islam, maka tindakan pelanggaran terhadap prinsip-prinsip akidah/tauhid ini dikutuk keras oleh Islam. Karena syirik bertolak belakang dengan iktikad Islam, yaitu merupakan suatu kepercayaan yang mempersekutukan Allah swt. Itulah sebabnya pelanggaran terhadap iktikad Islam, berupa penganut kepercayaan syirik akan memperoleh kutukan-kutukan sebagai berikut :

1. Sebagai perbuatan dosa besar yang palin besar dan tidak sanggup diampuni oleh Allah swt. Dalam A-Quran disebutkan yang artinya :
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.

2. Menetapkan bahwa segala amal perbuatan orang yang melaksanakan syirik dengan Tuhan, merupakan amal yang sia-sia dan ditolak oleh Allah swt. sebagaimana firman-Nya dalam Al-Quran surat Al-An'aam ayat 88 yang artinya :
Dan jikalau mereka mempersekutukan Tuhan, sungguh menjadi sia-sialah apa yang mereka lakukan

3, Orang yang memusyrikkan Allah swt dinilai sebagai orang kafir, haram masuk nirwana dan ditempatkan di nerakan jahanam. Kutukan ibarat ini sesuai dengan firman-Nya dalam Al-Quran Surat Al-Maidah ayat 72 yang artinya :
Sungguh telah kafirlah orang-orang yang berkata : Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putra Maryam, sedang AL-Masih (sendiri) berkata wahai Bani Israil ! Sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang yang zhalim itu seorang penolongpun.

 4. Orang musyrik ialah orang yang kotor (najis) dan dihentikan mendekati Masjidil Haram di Mekkah. Firman Tuhan yang menyatakan hal ini ialah sebagai berikut :
Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis, lantaran itu janganlah mereka mendekati Masjidil Haram sehabis tahun ini. (Q.S. At-Taubah ayat 28)
Oleh lantaran itulah, orang-orang yang melaksanakan syirik akan memperoleh kutukan di sisi Allah swt dan merugi untuk selama-lamanya. Karena berhala-berhala yang mereka anggap sebgai Tuhan ternyata tidak memiliki kekuatan apa-apa, tidak sanggup menunjukkan petunjuk, tidak sanggup mendengar dan tidak pula sanggup melihat. Allah swt telah berfirman dalam surat Al-A'raaf ayat 193 yang artinya :
Dan jikalau kau (hai orang-orang musyrik) menyerunya (berhala) untuk memberi petunjuk kepadamu, tidaklah berhala-berhala itu sanggup memperkenankan seruanmu, sama saja (hasilnya) buat kau menyeru mereka ataupun kau berdiam diri.

Dilai ayat Allah juga berfirman :
Dan jikalau kau sekalian menyeru (berhala-berhala) untuk memberi petunjuk, pasti berhala-berhala itu tidak sanggup mendengarnya. Dan kau melihat berhala-berhala itu memandang kepadamu padahal ia tidak melihat. (Q.S. Al-A'raff ayat 198)

Demikian pengertian dari syirik dan musyrik, biar bermanfaat. Terimakasih, Baca : Pengertian Hadits Nabi

Tuesday, 8 October 2019

Contoh Sikap Beriman Kepada Rasul Allah

Setiap orang beriman wajib mempercayai keberadaan Rasul Allah SWT. Para Rasul merupakan mausia yang telah dipilih Allah swt, mereka diberi wahyu oleh Allah swt untuk disampaikan kepada umatnya. Sebagai seorang yang beriman tentunya anda juga beriman kepada Rasul rasul Allah swt. 

Apabila anda belum mengetahui pengertian beriman kepada Rasul-rasul Allah swt, sanggup membaca artikel terbaru yang sudah saya publihkan dengan judul : Pengertian Iman kepada Rasul-rasul Allah

Anda sanggup menerangkan sikap keimanan anda atau sanggup mengaplikasikan sikap beriman kepada para Rasul Allah swt, dalam kehidupan sehari hari dengan melaksanakan sikap berikut ini.

Dan barikut ini  pola sikap beriman kepada Rasul Allah swt :

1. Jujur dalam segala perbuatan
2. Berkata baik dan benar kepada siapa saja dan apabila tidak sanggup berkata baik, maka lebih baik diam.
3. Melaksanakan amanah dari orang tua, amanah dari guru, amanah dari orang lain, maupun amanah agama.
4. Berusaha sekuat tenaga untuk berjuang, menegakkan kebenaran dan berjuang untuk mencapai kesuksessan degan penuh kesadaran dan semangat mencari Ridha Allah swt.
5. Gemar menuntut ilmu pengetahuan supaya hidupnya berkualitas
6. Gemar membaca shalawat atas Nabi Muhammad saw
7. Tidak mengingkari janji
8,  Melaksanakan atau menaati risalah yang telah disampaikan oleh para rasul.

Baca Juga :