Tuesday, 22 October 2019

Pengertian Ikhtiar Dan Usaha

Pengertian Ikhtiar - Setiap orang Islam wajib percaya kepada qadha' dan qadar Allah. Tetapi, anutan Islam menganjurkan semoga orang wajib berihtiar atau berusaha dalam kehidupannya sehari-hari. Begitu juga dalam segala perjuangan untuk mencapai kebahagiaan di akhirat, orang harus berusaha semaksimal mungkin, baik dengan beribadah, berdoa maupun dengan berzakat sholeh,

Pengertian Ikhtiar dan Usaha

 Setiap orang Islam wajib percaya kepada qadha Pengertian Ikhtiar dan Usaha
Usaha semoga Sukses

Ikhtiar atau perjuangan ialah suatu langkah atau perbuatan insan untuk mencapai apa yang diinginkannya atau yang dicita-citakannya.

Dalam berikhtiar, insan tidak perlu memikirkan ihwal takdir yang akan berlaku pada dirinya. Sebab setiap orang mustahil akan mengetahui nasibnya di masa yang akan datang. Yang terpenting bagi seorang insan yaitu berikhtiar dengan sekuat tenaga, dihentikan berpangku tangan, atau menunggu takdir yang baik. Allah swt telah berfirman bahwa nasib suatu kaum/umat akan berubah apabila umat/kaum itu sendiri yang merubahnya. Dan berikut ini ayatnya :

Allah swt berfirman yang artinya :

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, sehingga mereka itu mengubah nasibnya sendiri. (Q.S. Ar-Ra'ad ayat 11).

Dalam ayat lain Allah swt juga berfirman yang isinya semoga hamba-Nya banyak bekerja atau berikhtiar, sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Quran Surat At-Taubah ayat 105 yang artinya :

Dan katakanlah (Hai Muhammad). Bekerjalah kau semua. Maka Allah dan Rasul-Nya serta orang mukmim akan melihat hasil pekerjaanmu. 

Di ayat lain Allah swt berfirman yang artinya :

.....Sesungguhnya Aku tidak akan menyia-nyiakan amal orang yang berzakat di antaramu, baik pria atau perempuan. (Q.S. Ali-Imran ayat 195)

Dalam Q.S. An-Najm ayat 39-41 Allah swt berfirman :

Dan bawha tiadalah yang akan diperoleh insan hanyalah sekadar hasil usahanya. Usahanya itu akan dilihat, lalu akan diberikan padanya ganjaran sepenuhnya.

Di samping berusaha dengan segala daya dan kekuatan fisik, orang-orang beriman hendaknya juga berikhtiar secara batin yaitu dengan jalan berdoa dan memohon kepada Allah set Tuhan Yang Maha Menentukan Qadha dan Qadar bagi semua makhluknya. Dipandang dari segi ini, maka berdoa sanggup menggerakkan ikhtiar insan secara fisik. Apalagi Allah swt telah menjanjikan bahwa siapa di antara hamba-hamba-Nya yang berdoa dengan yakin dan nrimo pasti akan dikabulkan-Nya. Dalam Al-Quran surat Al-Mukmin ayat 60 Allah swt berfirman :

... Berdoalah kau kepada-Ku, pasti Aku mengabulkan permohonanmu

Dalam berikhtiar, Islam mengajarkan semoga jangan lekas menyerah. Apabila mencapai sesuatu sesuai degan keinginan, maka bersyukurlah kepada Allah swt. Tetapi apabia mengalami kegagalan, maka pelajarilah lebih dahulu sebab-sebab kegagalan itu. Kemudian usahakan perbaikan-perbaikannya, sehingga kegagalan itu tidak terulang kembali. Anggaplah kegagalan itu hanya merupakan kesuksesan yang tertunda, dan sebagai orang mukmin kita dihentikan cepat frustasi sebagaimana Firman Allah swt dalam Q.S. Yusuf ayat 87 yang artinya :

....Dan janganlah kau berputus asa dari rahmat Allah.

Oleh lantaran itulah insan diwajibkan untuk berusaha dan berikhtiar dengan sungguh-sungguh. Tidak boleh malas, lantaran menunggu takdir. Nabi saw bersabda :

Bekerjalah untuk kepentingan duniamu, seolah-olah kau akan hidup untuk selama-lamanya. Dan bekerjalah untuk akhiratmu, seolah-olah kau akan mati besok. (H.R. Muslim). Pengertian Ikhtiar dan Usaha

Monday, 21 October 2019

Pengertian Tawakal

Pengertian Tawakal - Setelah kita berusaha dan berikhtiar maka selanjutnya yaitu bertawakal, pengertian tawakal adalah suatu tindakan menyerahkan segala sesuatu kepada Allah swt sehabis melaksanakan ikhtiar dengan maksimal. Tawakal juga sanggup diartikan berserah diri dengan berusaha dan berdoa.

Sebagai contoh, seseorang yang ingin lulus sekolah, maka ia harus berikhtiar dan berusaha berguru maksimal semoga dengan cita-cita semoga lulus sekolah, sehabis itu gres berdoa dan berserah diri kepada Allah swt dengan sepenuh hati. Inilah yang dinamakan dengan tawakal.

Pada zaman Nabi Muhammad saw ada seseorang sobat yang bertanya : Apakah seseorang melepaskan hewan di padang yang luas, tanpa diawasi disebut tawakal? Nabi Muhammad menjawab : Ikat dan cancanglah hewan itu dengan tali agr tidak lari, kemudian bertawakallah kepada Allah swt.

Pengertian Tawakal

 Setelah kita berusaha dan berikhtiar maka selanjutnya yaitu bertawakal Pengertian Tawakal
Pengertian Tawakal

Hadit diatas menunjukqn bahwa bertawakal itu sangat bergantung kepada ikhtiar atau usaha. Keduanya memiliki korelasi yang bersahabat dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Dengan demikian dogma kepada takdir bukanlah dimaksudkan untuk pasrah dan berpangku tangan belaka, melainkan harus berikhtiar dan bertawakal dengan selalu mengharapkan nikmat dan karunia serta kasih sayang dari Allah swt.

Allah swt berfirman :

Hendaklah kau bertawakal kepada Allah kalau kau betul-betul beriman. (Q.S. Al-Maaidah ayat 23)

Jika Allah menolong kamu, tidak ada yang sanggup mengalahkan kamu, sebaliknya bila Dia meninggalkan kamu, maka siapa lagi yang sanggup memberi pertolongan. Oleh lantaran itu, hendaklah orang-orang yang beriman menyerahkan diri kepada Allah. (Q.S. Ali-Imran ayat 160)

Kedua ayat di atas mengajarkan bahwa setiap orang mukmin harus bertawakal dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah swt. Tetapi, insan tetap diperintahkan untuk berusaha memperbaiki kehidupannya semoga lebih baik. Namun insan sangat bergantung kepada kekuasaan Allah swt. Manusia hanya diberi kemampuan yang sangat terbatas, dan tidak akan mungkin sanggup menyaingi atau menandingin-Nya.

Dalam kehidupan ini, kita banyak menyaksikan begitu banyak orang yang bekerja dengan sepenuh kemampuannya tetapi masih juga mengalami kegagalan, sebaliknya banyak orag yang bekerja dengan hening tanpa banyak mensforsir banyak tenaga, tetapi berhasil dan sukses. Inilah suatu bukti bahwa insan itu memiliki keampuan yang terbatas.

Oleh lantaran itu di samping insan wajib berusaha juga harus berdoa dan bertawakal kepada Allah swt. Hal ini dimaksudkan semoga sewaktu-waktu apabila mengalami kegagalan dalam usahanya, tidak terpengaruh oleh keadaan dan tekanan-tekanan kejiwaan lainnya. Allah swt berfirman :

Kemudian apabila kau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya. (Q.S. Ali Imran 159)

Pengertian Hadits Nabi

Pengertian Hadits adalah apa yang diriwayatkan dari Nabi Muhammad saw, baik berupa kata-kata, atau perbuatan, atau penetapan (takrir). Berikut ini yakni pengertian hadits yang saya dapatkan dari sebuah buku, bila terdapat kesalahan sanggup dikritik. Oke eksklusif saja berikut yakni penjelasannya.

Penetapan tersebut sanggup terjadi, apabila salah seorang sobat mengucapkan sesuatu atau mengerjakan sesuatu pada dikala kehadiran Rasulullah saw, atau dia mendengar adanya sesuatu ucapan atau perbuatan dari seorang sobat yang tinggal jauh dari Rasulullah, kemudian dia membisu saja atau menganggapnya baik, maka hal itu dianggap sebagai persetujuan atas ucapan atau perbuatan sobat tersebut.

Hadits dalam pengertian tersebut sama dengan pengertian sunah, akan tetapi, kata-kata sunah kadang kala diartikan kepada kenyataan yang terjadi pada masa Rasulullah dalam menerapkan syariat (hukum Islam), yakni perkara yang berlaku pada masa pertama Islam.

Dengan demikian pengertian hadits atau sunah Rasulullah saw meliputi tiga hal, yaitu :

1. Sunah Qouliyah
Yang dimaksud dengan sunah qouliyah yakni sabda-sabda Rasulullah saw yang berupa perkataan, baik menerangkan hukum-hukum agama, maksud isi Al-Quran, ilmu pengetahuan, kebudayaan dan seterusnya hingga pada soal-soal akhlak/moral.

2. Sunah Fi'liyah
Yang dimaksud dengan sunah fi'liyah yakni perbuatan-prbuatan Nabi Muhammad saw, yang menerangkan cara beribadah, sebagai rujukan yakni cara shalat, wudlu, haji dan lain sebagainya. Sunah fi'liyah sanggup dibagi menjadi 6 macam yaitu :
  • Pekerjaan Nabi Muhammad saw yang bersfat gerakan jiwa, gerakan hati, gerakan badan menyerupai bernafas, duduk, berjalan dan lain sebagainya. Perbuatan menyerupai itu tidak ada sangkut-pautnya dengan soal hukum, dan tidak ada hubungannya dengan perintah, larangan maupun teladan.
  • Perbuatan Nabi Muhammad saw yang bersifat kebiasaan, menyerupai cara makan, tidur dll. Perbuatan semacam itu juga tidak ada hubungannya dengan perintah, larangan maupun teladan, kecuali bila ada perintah atau ajuan dari Nabi Muhammad saw untuk mengikuti cara-cara tersebut.
  • Perbuatan Nabi Muhammad saw yang khusus untuk dia sendiri menyerupai beristril lebih dari empat dan menyambung kan puasa dengan tidak berbuka. Dalam hal ini orang lain dihentikan mengikutinya.
  • Pekerjaan yang bersifat menjelaskan aturan yang global, menyerupai sholat dan haji. Hukum perbuatan tersebut sama dengan aturan apa yang dijelaskan, baik wajib maupun sunat.
  • Pekerjaan yang dilakukan terhadap orang lain sebagai hukuman, menyerupai menahan orang, atau mengusahakan milik orang lain. Dalam hal ini diharapkan untuk mengetahui sebab-sebabnya, kemudian gres diterapkan sebagai keputusan hukum.
  • Pekerjaan yang menandakan kebolehan saja, menyerupai berwudlu dengan satu kali atau tiga kali basuhan pada tiap-tiap angota badan pada dikala berwudlu.
3. Sunah Taqririyah
Yang dimaksud dengan sunah taqririyah yakni penetapan-penetapan Rasulullah saw, lantaran mendengar atau melihat sobat melaksanakan sesuatu, kemudian ditetapkan atau dibiarkan Nabi Muhammad saw dengan tanpa menegur atau melarangnya.

Saturday, 12 October 2019

Pengertian Qadha Dan Qadar

Pengertian Qadha dan Qadar - Dalam pengertian sehari-hari qadha dan qadar merupakan dua buah kata yang memiliki arti yang hampir sama. Karena itu, qadha dan qadar sering disebut juga dengan takdir, yang artinya ketentuan Allah swt. Ditinjau dari segi bahasa qadha artinya ketentuan atau ketetapan (Q.S. Bani Israil 4). Sedangkan qadar artinya ketentuan atau ukuran. (Q.S. Al-Furqon 2).

Berdasarkan pengertian itulah maka qadha dan wadar itu sanggup dibedakan, dan berikut ini perbedaannya.

Perbedaan Qadha dan Qadar

Qadha

Qadha memiliki arti perwujudan atau kenyataan dari ketentuan ketentuan (takdir) Tuhan yang telah ditetapkan semenjak zaman azali. Jadi, qadha merupakan keputusan atau ketetapan yang sudah terealisasi dalam kenyataan. Misalnya serang murid yang berjulukan si X pada ketika ini telah menjadi seorang dokter. Kerberhasilan si X mmenjadi doketer itu disebut dengan qadha Allah. Artinya keberhasilan beliau bisa menjadi dokter itu, lantaran memang telah ditentukan semenjak zama azali sebelum Ia dilaharkan. Atau qadarnya memang sudah ditetapkan demikian.

Qadar
Sedikit berbeda dengan qadha, qadar merupakan  ketentuan-ketentuan, atau segala rencana milik Allah yang  niscaya berlaku bagi semua makhluk yang telah ditetapkan semenjak zaman azali. Ketentuan atau ukuran takdir pada masing-masing makhluk telah ditentukan pada zaman azali. Tetapi tidak ada seorang pun yang sanggup mengetahui hal ini, sebelum ketentuan terealisasi dalam kenyataan. Ketentuan Allah yang belum terealisasi dalam kenyataan disebut dengan qadar atau takdir.

hari qadha dan qadar merupakan dua buah kata yang memiliki arti yang hampir sama Pengertian Qadha dan Qadar
Pengertian Qadha dan Qadar
Misalnya seseorang yang terjangkit penyakit jantung kemudia berobat dengan sekuat kemampuannyaadar ia lekas sembuh. Namun sekalipun telah diobat dengan seseorang yang paling ahl, tetapi ia balasannya mati juga. Semua itu lantaran Allah telah memilih semenjak zaman azali bahwa beliau harus mati dengan lantaran penyakt jantung. Jadi, ketentuan semenjak zaman azali itu dinamakan qadar atau takdir. Sedangkan kenyataan mati terjangkit penyakit jantung dnamakan qadha dari Allah swt/

Semua insan tidak sanggup mengetahui apa yang akan terjadi terhadap dirinya, sudah ada dalam ketentuan Allah. Tidak ada satu makhluk pun di dunia ini yang sanggup lari dari takdir Tuhan. Itulah sebabnya kita harus percaya dengan seyakin-yakinnya, bahwa Allah-lah yang memilih segala sesuat. Allah swt berfirman :

Sesungguhnya Kami membuat segala sesuatu berdasarkan ukuran. (Q.S. Al-Qamar 49)

Dilain ayat Allah swt juga berfirman :

Tidaklah sesuatu bencaya yang menimpa di bumi dan pada dirimu, melainkan dahulu sudah tersurat dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu yaitu gampang bagi Allah. (Q.S. Al-Hadiid 22).

Terimakasih sudah membaca artikel Pengertian Qadha dan Qadar. Baca : Pengertian dan Adab Berdoa

Pengertian Syirik Dan Musyrik

Pengertian Syirik dan Musyrik - Pada pagi hari ini akan share wacana dua hal yang oleh kebanyakan orang dianggap sama tetapi bergotong-royong berbeda. Langsung saja ini ia penjelaasan secara singkat, agak padat dan agak jelas.

Pengertian syirik dan Musyrik

Syirik adaah perbuatan menyekutukan Allah atau sanggup juga diartikan mempercayai/menyembah/meminta selain kepada Allah swt. Sedangkan musyirik ialah orang yang melaksanakan syirik. Dalam Al-Quran maupun dalam Hadits dinyatakan bahwa syirik merupakan salah satu dari dosa besar dan merupakan dosa yang paling besar, lantaran syirik ini merupakan tindakan pelanggaran terhadap prinsip dan ketentuan-ketentuan iktikad Islam. Baca : Pengertian AL Quran

Ajaran iktikad atau tauhid (meng-Esa-kan Allah) dalam Islam itu tidak boleh berbelok-belok atau bergeser seujung rambut pun, lantaran ia tidak saja merupakan pintu gerbang Islam, tetapi lebih dari itu, akdah juga merupakan sesuatu prinsip dalam Islam, suatu prinsip yang menjadi jiwa atau roh agama Islam itu sendiri sepanjang masa. Karena itu berdasarkan Abul A'la Al-Maududi "Tahuid is the bedrock of Islam, its foundation and its essence" (Tauhid ialah urat akan  Islam, dasarnya dan intisarinya).

Karena posisi iktikad yang demikian vital di dalam Islam, maka tindakan pelanggaran terhadap prinsip-prinsip akidah/tauhid ini dikutuk keras oleh Islam. Karena syirik bertolak belakang dengan iktikad Islam, yaitu merupakan suatu kepercayaan yang mempersekutukan Allah swt. Itulah sebabnya pelanggaran terhadap iktikad Islam, berupa penganut kepercayaan syirik akan memperoleh kutukan-kutukan sebagai berikut :

1. Sebagai perbuatan dosa besar yang palin besar dan tidak sanggup diampuni oleh Allah swt. Dalam A-Quran disebutkan yang artinya :
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.

2. Menetapkan bahwa segala amal perbuatan orang yang melaksanakan syirik dengan Tuhan, merupakan amal yang sia-sia dan ditolak oleh Allah swt. sebagaimana firman-Nya dalam Al-Quran surat Al-An'aam ayat 88 yang artinya :
Dan jikalau mereka mempersekutukan Tuhan, sungguh menjadi sia-sialah apa yang mereka lakukan

3, Orang yang memusyrikkan Allah swt dinilai sebagai orang kafir, haram masuk nirwana dan ditempatkan di nerakan jahanam. Kutukan ibarat ini sesuai dengan firman-Nya dalam Al-Quran Surat Al-Maidah ayat 72 yang artinya :
Sungguh telah kafirlah orang-orang yang berkata : Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putra Maryam, sedang AL-Masih (sendiri) berkata wahai Bani Israil ! Sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang yang zhalim itu seorang penolongpun.

 4. Orang musyrik ialah orang yang kotor (najis) dan dihentikan mendekati Masjidil Haram di Mekkah. Firman Tuhan yang menyatakan hal ini ialah sebagai berikut :
Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis, lantaran itu janganlah mereka mendekati Masjidil Haram sehabis tahun ini. (Q.S. At-Taubah ayat 28)
Oleh lantaran itulah, orang-orang yang melaksanakan syirik akan memperoleh kutukan di sisi Allah swt dan merugi untuk selama-lamanya. Karena berhala-berhala yang mereka anggap sebgai Tuhan ternyata tidak memiliki kekuatan apa-apa, tidak sanggup menunjukkan petunjuk, tidak sanggup mendengar dan tidak pula sanggup melihat. Allah swt telah berfirman dalam surat Al-A'raaf ayat 193 yang artinya :
Dan jikalau kau (hai orang-orang musyrik) menyerunya (berhala) untuk memberi petunjuk kepadamu, tidaklah berhala-berhala itu sanggup memperkenankan seruanmu, sama saja (hasilnya) buat kau menyeru mereka ataupun kau berdiam diri.

Dilai ayat Allah juga berfirman :
Dan jikalau kau sekalian menyeru (berhala-berhala) untuk memberi petunjuk, pasti berhala-berhala itu tidak sanggup mendengarnya. Dan kau melihat berhala-berhala itu memandang kepadamu padahal ia tidak melihat. (Q.S. Al-A'raff ayat 198)

Demikian pengertian dari syirik dan musyrik, biar bermanfaat. Terimakasih, Baca : Pengertian Hadits Nabi

Tuesday, 8 October 2019

Contoh Sikap Beriman Kepada Rasul Allah

Setiap orang beriman wajib mempercayai keberadaan Rasul Allah SWT. Para Rasul merupakan mausia yang telah dipilih Allah swt, mereka diberi wahyu oleh Allah swt untuk disampaikan kepada umatnya. Sebagai seorang yang beriman tentunya anda juga beriman kepada Rasul rasul Allah swt. 

Apabila anda belum mengetahui pengertian beriman kepada Rasul-rasul Allah swt, sanggup membaca artikel terbaru yang sudah saya publihkan dengan judul : Pengertian Iman kepada Rasul-rasul Allah

Anda sanggup menerangkan sikap keimanan anda atau sanggup mengaplikasikan sikap beriman kepada para Rasul Allah swt, dalam kehidupan sehari hari dengan melaksanakan sikap berikut ini.

Dan barikut ini  pola sikap beriman kepada Rasul Allah swt :

1. Jujur dalam segala perbuatan
2. Berkata baik dan benar kepada siapa saja dan apabila tidak sanggup berkata baik, maka lebih baik diam.
3. Melaksanakan amanah dari orang tua, amanah dari guru, amanah dari orang lain, maupun amanah agama.
4. Berusaha sekuat tenaga untuk berjuang, menegakkan kebenaran dan berjuang untuk mencapai kesuksessan degan penuh kesadaran dan semangat mencari Ridha Allah swt.
5. Gemar menuntut ilmu pengetahuan supaya hidupnya berkualitas
6. Gemar membaca shalawat atas Nabi Muhammad saw
7. Tidak mengingkari janji
8,  Melaksanakan atau menaati risalah yang telah disampaikan oleh para rasul.

Baca Juga :

Pengertian Keyakinan Kepada Hari Final + Dalil Dan Hikmahnya

Pengertian iktikad kepada hari akhir yaitu meyakini dengan sepenuh hati bahwa dunia ini fana (sementara) dan suatu ketika nanti dunia beserta isinya akan pasti akan hancur/mati hingga kemudian insan akan dibangkitkan untuk mempertanggung jawabkan apa yang dilakukan di dunia.

Beriman kepada hari akhir (seringkali disebut sebagai hari kiamat) bagi seorang muslim yaitu wajib hukumnya. Apabila kita mengaku beriman kepada Allah, kita juga wajib beriman kepada hari akhir. Hari alam abadi merupakan waktu yang ditunggu oleh orang mukmin di mana Allah swt akan memperlihatkan pembalasan dengan seadil-adilnya atas perbuatan insan selama di dunia.
 yaitu meyakini dengan sepenuh hati bahwa dunia ini fana  Pengertian Iman Kepada Hari Akhir + Dalil dan Hikmahnya
Pengertian hari akhir
Hari akhir pasti akan terjadi namun waktunya yang tidak kita ketahui, semua insan bahkan Rasulullah SAW tidak mengetahui secara pasti kapan terjadinya hari final atau final zaman ini. Hanya saja Rasulullah SAW mengabarkan kepada kita tanda-tandan menjelang hari final tiba.

Tanda-tanda menjelang hari akhir ini satu persatu sudah sanggup kita lihat faktanya, mau percaya atau tidak tapi itulah kenyataannya. Untuk itulah selain harus beriman kepada hari akhir, kita juga harus meningkatkan iktikad dan taqwa kita, lantaran hari kehancuran di hari final zaman hanya dialami oleh seburuk-buruknya peradaban manusia.
  

Pengertian Iman kepada Hari Akhir

Iman kepada hari final adalah meyakini dengan seyakin-yakinya bahwa dunia ini pasti akan berakhir (alam semesta hancur/makhluk hidup mati) dan semua insan akan dibangkitkan untuk mempertanggungjawabkan apa-apa yang diperbuatnya di dunia. 
Hari akhir atau hari final zaman yaitu suatu masa atau kehidupan yang kekal setelah kehidupan dunia yang fana (sementara) ini, termasuk semua proses dan insiden yang terjadi pada hari itu.

Hari akhir merupakan final di dunia dan awal di akhirat. Bila kita cermati kata "akhirat" sendiri juga mengandung kata "akhir". Dengan kata lain hari final yaa hari akhirat, dimana hari alam abadi ini mempunyai proses-proses panjang hingga insan mendapat jawaban berupa nirwana atau neraka. Proses-proses panjang hari akhir in yaitu :
  1. Hancurnya alam semesta dan seluruh isinya, serta berakhirnya seluruh kehidupan di alam semesta ini (Yaumul Qiyamah : Hari Kiamat).
  2. Kebangkitan insan dari alam kubur (Yaumul Ba'ats : Hari Kebangkitan).
  3. Dikumpulkannya insan di padang Mahsyar (Yaumul Hasyr : Hari Berkumpul)
  4. Perhitungan seluruh amal perbuatan insan di dunia (Yaumul Hisab : Hari Perhitungan)
  5. Penimbangan amal perbuatan insan / penimbangan amal baik dan amul buru (Yaumul Mizan : Hari Penimbangan)
  6. Pembalasan kepada insan apakah dimasukkan ke neraka atau nirwana (Yaumul Jaza : Hari Pembalasan).
Proses panjang yang dimulai dari hancurnya alam semesta hingga kita mendapat jawaban yang kekal dan abadi di negeri alam abadi ini disebut dengan hari akhir.

Makara kesimpulannya bahwa iman kepada Hari Akhir yaitu meyakini dengan sungguh-sungguh tanpa ragu ragu sedikitpun bahwa setelah kehidupan dunia ini ada kehidupan yang kekal dimana insan akan mendapat jawaban yang tepat dan keadilan yang seadil-adilnya dari Allah SWT sesuai dengan amal perbuatan insan selama hidup di dunia.
Allah SWT berfirman :
"Dan Kami pada hari final zaman akan mengadakan timbangan yang adil, sehingga seseorang tidak akan dirugikan barang sedikitpun, dan kalau ada perbuatan sebesar biji sawi pun, pasti akan Kami kemukakan kepadanya dan cukuplah Kami sebagai Penimbang". (Q.S. Al-Anbiyaa' (21) ayat 47).

Hari akhir dari segi bahasa bermaksud "Hari Kebangkitan Manusia", terdiri daripada 3 suku kata, yaitu:
  1. Yaum (يوم‎) = Hari, masa atau tempoh
  2. Qiyam (قيام‎) = Tegak, bangkit, berdiri
  3. `Ummah (أمة‎) = Umat, bangsa
Dari segi istilah Yaumul Qiyamah sering dimaksudkan dengan hari final zaman (kehancuran alam semesta berserta dengan isinya). Yaumul Qiyamah sama halnya dengan Yawm ad-Din yang bermaksud suatu tempoh (masa) dimana ianya akan terjadi kebangkitan sebuah komuniti umat insan yang hidup berlandaskan agama Allah (dinullah). Umat ini bangun 700 tahun sekali dengan diutusnya seorang rasul daripada umat tersebut.

Pengertian Hari Akhir (Kiamat) Berdasarkan Dalil dalam Al - Qur'an

1. Al Qori'ah ayat 1 - 11
 Hari final zaman yaitu hari dimana hancurnya alam semesta ini, salah satu dalil wacana hari final zaman yang menggambarkan wacana kedahsyatan hari final zaman ini ada pada Surat Al-Qori'ah ayat 1 - 11. Dalam surat tersebut Allah memberitahukan kepada kita bahwa hari final yaitu hari dimana insan bertebaran menyerupai laron, kemudian gunung-gunung menyerupai bulu yang dihambur-hamburkan.  Sungguh Allah yang Maha Besar dan Maha Kuasa, betapa dahsyatnya hari final zaman itu. Kedahsyatan hari final ini Allah firmankan dalam ayat 1 - 5.

Di ayat selanjutnya bercerita wacana hari penimbangan (Yaumul Mizan) dimana insan ditimbang amal baik dan amal buruknya. Setelah ditimbang, insan akan mendapat balasannya sesuai dengan yang dibawanya pada ketika mati. Jika lebih banyak timbangan kebaikannya maka akan mendapat jawaban berupa kehidupan yang memuaskan (senang) berupa surga. Tapi kalau lebih berat timbangan keburukannya maka akan mendapat jawaban berupa neraka Hawiyah yang sangat panas.

Semoga kita selalu dituntun Allah semoga selalu berbuat kebajikan, semoga Allah selamatkan kita pada hari akhir nanti.

Berikut yaitu terjemahan dari Surat Al-Qori'ah ayat 1 - 11.
(1) Hari Kiamat,
(2) Apakah hari Kiamat itu?
(3) Dan tahukah kau apakah hari Kiamat itu?
(4) Pada hari itu insan menyerupai laron yang beterbangan,
(5) dan gunung-gunung menyerupai bulu yang dihambur-hamburkan.
(6) Dan adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya,
(7) maka ia berada dalam kehidupan yang memuaskan (senang).
(8) Maka adapun orang yang berat timbangan (kebaikan)nya,
(9) maka daerah kembalinya yaitu neraka Hawiyah.
(10) Dan tahukah kau apakah neraka Hawiyah itu?
(11) (Yaitu) api yang sangat panas.
2. Hari Manusia Dikumpulkan (Surat Al-An`am ayat 12)
Dalam ayat ini Allah yang mempunyai alam semesta ini berfirman pada kita wacana hari akhir, di mana hari final yaitu hari kita dihimpun (dikumpulkan) di padang Mahsyar untuk dilakukan penimbangan amal baik dan buruk.

Dalam ayat ini juga disebutkan bahwa sebagai orang beriman harus percaya kepada hidup setelah mati atau hari final ini, kalau tidak percaya maka bukan termasuk orang-orang yang beriman. Berikut yaitu terjemahan wacana hari final di Al-Qur'an :
Katakanlah: "Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan di bumi". Katakanlah: "Kepunyaan Allah". Dia telah menetapkan atas Diri-Nya kasih sayang. Dia sungguh akan menghimpun kau pada hari final zaman yang tidak ada keraguan padanya. Orang-orang yang mewaspadai dirinya mereka itu tidak beriman. (Q.S. Al An'am ayat 12)

3. Hari Pembalasan (Q.S. Al-An'am ayat 120)
Dalam ayat ini kita diserukan semoga meninggalkan dosa-dosa di dunia baik itu yang nampak maupun yang tersembunyi. Dosa yang nampak yaitu dosa yang dengan gampang diketahui oleh orang lain menyerupai mencuri, membunuh, dll. Sedangkan dosa yang tersembunyi dosa yang hanya kita dan Allah saja yang tahu, menyerupai dengki, hasad, dll.

Allah menyuruh kita meninggalkan dosa lantaran orang-orang yang berbuat dosa namun tidak bertaubat ini akan diberi pembalasan pada hari final zaman nanti. Berikut yaitu terjemahan ayat al-Qur'an wacana hari final :

Dan tinggalkanlah dosa yang nampak dan yang tersembunyi. Sesungguhnya orang yang mengerjakan dosa, kelak akan diberi pembalasan (pada hari kiamat), disebabkan apa yang mereka telah kerjakan. Surat Al-An`am ayat 120

Nama-nama hari akhir/kiamat dalam Islam

Al-Qur'an yaitu firman-firman Allah swt yang diwahyukan kepada Nabi Muhamaad untuk seluruh umat insan di dunia, apa-apa yang terdapat didalamnya dijaga eksklusif oleh Allah SWT. Banyak ayat-ayat di Al-Qur'an yang menceritakan hari final atau hari berbangkit ini, dari banyak sekali ayat-ayat tersebut diperolehlah nama-nama hari akhir :

Rumi (transliterasi) Arab Terjemahan
Yawm al-Qiyāmaṯ يوم القيامة Hari kebangkitan
al-Sā'aṯ الساعة Waktu
Yawm al-Akhīr يوم الآخر Hari Akhir
Yawm al-Dīn يوم الدين Hari final (agama)
Yawm al-Faṣl يوم الفصل Hari keputusan
Yawm al-Ḥisāb يوم الحساب Hari perhitungan
Yawm al-Fatḥ يوم الفتح Hari pengadilan
Yawm al-Talāq يوم التلاق Hari perpisahan
Yawm al-Jam'(i) يوم الجمع Hari pengumpulan
Yawm al-Khulūd يوم الخلود Hari kekekalan
Yawm al-Khurūj يوم الخروج Hari Keluar
Yawm al-Ba'th يوم البعث Hari Kebangkitan
Yawm al-Ḥasraṯ يوم الحسرة Hari penyesalan
Yawm al-Tanād يوم التناد Hari pemanggilan
Yawm al-Āzifaṯ يوم الآزفة Hari mendekat
Yawm al-Taghābun يوم التغابن Hari terbukanya aib
Yawm al-Wa'īd يوم الوعيد
Yawm al-Aẕīm اليوم العظيم Hari agung
al-Yawm al-Masyhūd اليوم المشهود Hari penyaksian
al-Qāri’aṯ القارعة Bencana yang menggetarkan
al-Ghāsyiaṯ الغاشية Bencana yang tak tertahankan
al-Ṣākhkhaṯ الصاخة Bencana yang memilukan
al-Tāmmaṯ al-Kubrā الطامة الكبرى Bencana yang melanda
al-Ḥāqqaṯ الحاقة Kebenaran besar
al-Wāqi'aṯ الواقعة Peristiwa besar

Banyak sekali bukan nama-nama hari final yang ada di Al-Qur'an, nama-nama di atas kebanyakan menggambarkan wacana apa yang terjadi di hari final nanti.

Hikmah Beriman Kepada Hari Akhir

Dengan beriman kepada hari akhir, banyak pesan yang tersirat yang sanggup kita peroleh dan sangat bermanfaat untuk kehidupan kita. Salah satu hikmahnya yaitu bertambahnya iktikad dan taqwa kita kepada Allah SWT, kalau kita sudah yakin bahwa hari final itu akan terjadi maka kita sebagai insan harus mempersiapkan bekal sebaik-baiknya untuk dibawa menjalani kehidupan setelah mati.

Selain pesan yang tersirat tersebut, kalau kita gali lagi maka akan banyak sekali hikmah-hikmah yang sanggup kita peroleh. Berikut diantaranya hikmah beriman kepada hari akhir :
  1. Dengan beriman kepada hari akhir, kita akan lebih ulet dalam beribadah untuk bekal hidup setelah mati.
  2. Meninggalkan dosa-dosa, ketika kita sudah yakin bahwa apa yang kita perbuat ketika ini akan dipertanggung jawabkan di hari final maka seharusnya kita lebih berhati-hati dalam berbuat.
  3. Percaya akan surga dan neraka sebagai jawaban kepada setiap manusia, nirwana jawaban bagi mereka yang di dunia berbuat baik dan neraka yaitu sebaliknya.
  4. Tidak terlena dengan dunia ini, beriman kepada hari final akan menciptakan kita sadar bahwa kehidupan yang kekal yaitu alam abadi sehingga dunia ini hanyalah daerah untuk singgah.
  5. Beriman kepada hari final akan menciptakan kita takut akan dosa-dosa yang kita miliki, sehingga menciptakan kita akan sering beristighfar meminta ampun kepada Allah swt.
Itu yaitu beberapa pesan yang tersirat iktikad kepada hari akhir, untuk lebih banyak lagi wacana hikmah-hikmahnya sanggup membaca artikel yang sebelumnya sudah saya tulis di : Hikmah Beriman Kepada Hari Kiamat.

Kiamat Kubra dan Kiamat Sugra
Ngomong-ngomong wacana final zaman atau hari akhir, final zaman intinya dibagi menjadi dua yaitu final zaman kecil dan final zaman besar. Kiamat sigra atai final zaman kecil yaitu kerusakan/musibah yang berupa peristiwa-peristiwa alam menyerupai banjir, tsunami, gempa dan musibah yang lain. Meninggalnya orang termasuk dalam final zaman kecil.

Sedangkan kiamat kubra atau final zaman besar yaitu final zaman yang akan menghancurkan seluruh alam semesta ini. Jenis final zaman ini yaitu yang dibahas dalam artikel di atas.

Semoga hingga disini kalian paham wacana iman kepada hari akhir, dengan begitu kita lebih paham dan sadar bahwa dunia ini tidak bersifat abadi. Dunia ini hanyalah daerah singgah, dan suatu hari nanti entah kapan hari akhir itu pasti akan tiba.